Inilah Penyebab Mata Silinder!
Kesehatan
Apa benar mata silinder muncul akibat terlalu sering menonton TV dalam jarak dekat? Mari pelajari penyebab mata silinder supaya kamu tidak salah paham!
Mata silinder atau astigmatisma merupakan gangguan pengelihatan karena bentuk bola mata yang tidak bulat sempurna. Terdapat 2 jenis mata silinder, yaitu korneal (bentuk kornea tidak rata) dan lentikular (bentuk lensa tidak rata).
Jika tidak ditangani, kamu mungkin akan merasa pusing, mata cepat terasa lelah dan tegang. Terutama setelah mata digunakan dalam jangka waktu lama, seperti membaca atau melihat layar komputer terus-menerus.
Apa Penyebab Mata Silinder?
Mata silinder bukan disebabkan oleh terlalu sering menonton TV dalam jarang dekat.
Bila kamu mengira bahwa penyebab mata silinder adalah aktivitas mata yang tidak sehat, seperti membaca dengan cahaya redup atau menonton televisi terlalu dekat, anggapanmu keliru. Mata silinder bukan disebabkan oleh aktivitas-aktivitas tersebut.
Mata silinder terjadi ketika cahaya yang masuk ke mata, dibelokkan secara tidak merata oleh bentuk kornea atau lensa yang tidak rata atau beraturan. Benda yang jauh atau dekat menjadi kabur. Karena itu, penyakit ini sering disertai gangguan rabun dekat atau jauh.
Penyebab mata silinder bisa jadi ada hubungannya dengan genetik, atau akibat cidera kornea, komplikasi operasi mata, atau rabun dekat dan jauh
Penyebab gangguan mata ini tidak diketahui secara pasti. Bisa saja karena adanya faktor genetik. Orang dengan mata silinder mungkin sudah memilikinya sejak lahir, namun baru berkembang setelah dewasa.
Di samping faktor keturunan, ada sejumlah kondisi lain yang meningkatkan risiko terjadinya mata silinder. Beberapa di antaranya adalah:
- Cidera pada kornea, seperti infeksi yang menyisakan bekas luka.
- Komplikasi dari operasi mata sehingga bentuk lensa berubah. Contohnya operasi pengangkatan katarak
- Rabun dekat atau jauh yang parah.
- Keratoconus dan keratoglobus. Kondisi-kondisi mata ini bisa membuat kornea membengkak, menipis, hingga berubah bentuk.
Apakah Gejala Mata Silinder Selalu Disadari?
Gejala mata silinder tidak selalu disadari, namun bisa jadi muncul juga keluhan pandangan kabur, mata lelah dan tegang, atau iritasi
Mata silinder dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak atau orang dewasa. Sayangnya, gejalanya tidak selalu disadari oleh penderita. Terutama pada penderita mata silinder ringan yang umumnya dialami oleh anak-anak atau remaja.
Sebagian orang dewasa juga tidak memiliki gejala apapun saat mata silinder masih terbilang ringan. Namun perhatikan kondisi matamu jika kamu mengalami sejumlah gejala yang meliputi:
> Pandangan yang kabur pada jarak dekat atau jauh. Bentuk benda sering terlihat tidak seperti seharusnya.
> Mata lelah dan tegang.
> Mata mengalami iritasi.
> Sering memicingkan mata.
Periksakan kondisi matamu bila terdapat keluhan pada pengelihatan
Dibutuhkan pemeriksaan mata secara saksama untuk memastikan apakah matamu bekerja secara normal. Karena itu, kunjungilah dokter spesialis mata. Optik mata yang terpercaya juga bisa menjadi pilihan.
Bila tidak segera ditangani, gejala mata silinder bisa sangat mengganggu kemampuan melihat. Sehingga berujung pada kacaunya aktivitas sehari-harimu.
Terlebih lagi jika kamu memiliki profesi yang menuntutmu untuk bergantung pada kemampuan mata, contohnya penulis atau guru. Matamu akan cepat terasa lelah dan tegang.
Namun ingatlah bahwa terlalu lama berkutat di depan layar komputer atau menonton televisi bukanlah alasan dibalik mata silinder. Faktor keturunan serta berbagai kondisi yang memengaruhi kornea atau lensa matalah yang menjadi penyebab mata silinder.
Bagi penderita mata silinder, kamu bisa menggunakan kacamata, lensa, atau melakukan operasi untuk menangani gangguan ini. Tak perlu ragu untuk berkunjung ke dokter agar memperoleh penanganan terbaik.